Ilmu Anjing dan Ilmu Jagung

Sering kita mendengar kata-kata, kalau punya ilmu itu jangan di jual tapi dibagikan saja untuk amal, untuk kebaikan.

Tetapi sebelum kita sampai ke arah sana, saya mempunyai gambaran seperti ini, mari kita berkenalan dengan Ilmu anak anjing dan Ilmu jagung

Ada seorang bapak yang mempunyai anjing ras yang dimana anjing tersebut mempunyai 7 anak yang lucu-lucu,


Si bapak ini bingung dengan 7 anak anjing ini karena sudah tidak mungkin untuk memeliharanya lagi karena rumahnya sudah terlalu penuh, maka si bapak dengan inisiatif lalu menawarkan kepada saudara-saudaranya ke 7 anak anjing tersebut secara gratis, tetapi apa yang terjadi ketika sudah ditawarkan ternyata tidak ada yang mau mengambil ke-7 anak anjing ras tersebut untuk dipelihara walaupun diberikan secara gratis.

Bapak ini lalu berpikir supaya anak anjing ini bisa hidup tetapi tidak merepotkan,  bapak tersebut  mengiklankan ke-7 anak anjing ras ini di iklan koran,dengan menjualnya seharga 2 juta 1 ekor,  setelah diiklankan ,hari berikutnya ternyata banyak sekali telpon yang masuk menanyakan ke-7 anak tersebut, sehingga HP bapak tersebut tidak berhenti berdering  sampai dalam tempo waktu 2 jam ke-7 anak anjing tersebut ludes terjual.

Bapak ini merasa senang karena mendapatkan dua keuntungan, dimana ke-7anak anjing ras tersebut akan dirawat oleh pemilik barunya dan yang kedua si bapak mendapatkan penghasilan.

Lalu cerita yang kedua adalah ada seorang petani jagung yang hidup di desa yang dimana hasil jagungnya terkenal sangat baik bahkan selalu memenangkan lomba hasil jagung terbaik di desanya sehingga banyak sekali orang yang memesan jagung di tempatnya, lalu ada seorang pemuda yang penasaran dan menanyakan rahasianya kepada petani jagung tersebut, "Pak saya penasaran kenapa hasil jagung bapak selalu baik walaupun  sehingga bapak selalu memenangkan perlombanaan dengan hasil jagung yang terbaik? kira-kira rahasianya apa pak?



Lalu si bapak tersebut menjawab " Nak, rahasia dari jagung bapak yang baik ini sebenarnya tidak ada rahasia?, "lho kok tidak ada rahasia pak? lalu apa yang bapak lakukan supaya jagung-jagung ini dapat menghasilkan jagung yang terbaik? tanya pemuda tersebut bingung.

"Benar, nak tidak ada rahasia, yang bapak lakukan di sini adalah cuma membagikan bibit jagung yang terbaik kepada tetangga-tetangga bapak yang ingin menanam jagung" kata bapak tersebut.

Pemuda ini jadi semakin tambah bingung " Kenapa kok dibagi secara gratis pak? apa tidak rugi? tanya pemuda tersebut.

"Itulah nak perbedaannya, ketika bapak membagikan bibit jagung yang baik kepada tetangga, tetangga yang akan menananm jagung tersebut pastilah akan menanam jagung dari bibit yang baik juga, sehingga ketika ada penyerbukan, dari angin, kupu-kupu, sari-sari yang dibawa ke tempat bapak bukan sari yang jelek tetapi dari sari dari bibit jagung yang baik, coba bayangkan ketika bapak membagikan bibit jagung yang jelek , lalu tetangga tersebut menanam jagung , sari buah jagung yang jelek lalu bercampur dengan bibit jagung bapak, pasti hasilnya juga tidak akan baik nak" kata Bapak petani dengan penuh penjelasan.
Akhirnya pemuda tersebut  paham bahwa bibit jagung baik yang dibagikan secara gratis pada akhirnya akan kembali kepada diri orang yang memberi dengan baik


Dari kedua cerita tersebut menjadi sangat jelas bagi kita semua bahwa dalam keilmuan apapun pasti ada saatnya dibagikan secara gratis dan ada saatnya juga dibagikan secara berbayar (investasi leher keatas) karena ada keilmuan yang bagus pun ketika dibagikan secara gratis malah akan meremehkan ilmu tersebut sehingga memandang sebelah mata keilmu tersebut dan malah tidak mempelajarinya secara utuh dan sungguh-sungguh, berbeda ketika keilmuan itu dibagikan secara berbayar atau dengan istilah investasi ke atas maka orang malah akan berbondong-bondong menginvestaskan waktu dan uangnya untuk benarbenar menyerap ilmu tesebut.

Oleh karena itu kita seharusnya tahu kapan kita memberi dan kapan kita menjual, jika bingung gunakanlah Ilmu anak anjing dan Ilmu Jagung. Pada akhirnya ketika kita mau memberikan yang baik pasti akan kembali kepada diri kita yang baik.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ilmu Anjing dan Ilmu Jagung"

Posting Komentar