The Power of Kepepet



Di dalam kondisi terdesak seringkali ada hal luar biasa yang tak kita duga sebelumnya. Mungkin Anda pernah mengalami kondisi dimana Anda berada pada situasi terdesak atau kepepet. Disaat itulah muncul ide, kemampuan, dan kekuatan yang membawa kita keluar dari kondisi tersebut. Mengapa hal ini terjadi? Pernahkah Anda mendengar istilah "The Power of Kepepet?". Kondisi yang sedang kita alami tersebut merupakan bagian dari kekuatan yang muncul saat kita sedang dalam kondisi terdesak. Untuk penjelasan lebih lanjut, simak ulasan berikut!

Apa itu The Power of Kepepet?
Sebuah kekuatan yang muncul saat kondisi sedang terdesak atau kepepet dikatakan sebagai “The Power of Kepepet”. Seringkali kita menemukan kekuatan, bisa berupa keberanian, ide cemerlang, kemampuan, dan sebagainya disaat kita benar-benar terdesak oleh keadaan, orang, maupun waktu. Semua yang tidak kita pikirkan sebelumnya, akhirnya bisa kita lakukan dengan sebuah dorongan kekuatan dalam diri kita karena kondisi yang terdesak.

Contoh Kasus
Mungkin Anda sebenarnya pernah mengalami kondisi “The Power of Kepepet” ini. Sebagai contoh ketika Anda mendapatkan tugas kuliah dengan deadline 1 minggu. Namun, tugas tersebut tidak langsung Anda kerjakan karena rasa malas atau memang tugas yang dirasa susah. Alhasil, Anda menyelesaikan tugas H-1 atau H-2 sebelum deadline. Apa yang terjadi? Kebanyakan orang akan mampu menyelesaikan tugas dalam waktu 1 hari atau bahkan hanya satu malam. Tugas yang dianggap susah hingga membuat seseorang malas mengerjakan jauh-jauh hari, nyatanya dapat diselesaikan juga ketika mendekati deadline.
Contoh kasus di atas menjadi salah satu contoh adanya fenomena “The Power of Kepepet”. Dimana ketika mendekati deadline semua pekerjaan akan terasa mudah, pikiran mendapatkan ide, muncul semangat untuk menyelesaikannya. Sehingga pekerjaan bisa langsung selesai dalam waktu singkat ketika mendekati deadline. Hal ini seringkali membuat seseorang akhirnya menunda-nunda pekerjaan, dan berpikir  untuk menyelesaikan tugas tersebut ketika mendekati deadline. Mereka merasa waktu-waktu “kepepet” itulah yang membuat pikiran dapat berpikir dengan jernih, sehingga mampu menyelesaikan tugas denga lancar.

Keuntungan Memanfaatkan “The Power of Kepepet”
Meskipun ada beberapa kondisi yang membuat “The Power of Kepepet” menjadi terkesan negatif, contohnya membuat seseorang menjadi malas dan menunda pekerjaan. Tapi, tahukah Anda, sebenarnya ada juga manfaatnya jika seseorang mengaktfkan ““The Power of Kepepet” ini. Berikut manfaatnya yang terjadi dalam tubuh kita!

  1. Tubuh lebih banyak memproduksi hormon adrenalin
Kondisi kepepet membuat tubuh seseorang menjadi lebih banyak memproduksi hormon adrenalin yang akhirnya merangsang detak jantung lebih kencang, meningkatkan aliran darah, serta meningkatkan kewaspadaan. Aliran darah yang lancar inilah yang akhirnya membuat otak menjadi berpikir lebih jernih dan lancar. Itulah mengapa, orang yang sedang dalam kondisi terdesak lebih banyak memunculkan ide cemerlang untuk mengatasi masalah yang sedang dihadapi.

  1. Memicu pertahanan diri
Saat dalam kondisi kepepet, otak kita akan memikirkan hal-hal buruk yang terjadi apabila kita tidak mampu menyelesaikan hal-hal yang sedang kita hadapi. Hal inilah yang akhirnya memicu kita untuk mau tidak mau menyelesaikan apa yang harus diselesaikan atau memecahkan masalah yang sedang terjadi. Apa yang kita lakukan ini merupakan bentuk pertahanan diri, agar kita tidak mengalami hal buruk yang kita khawatirkan.

  1. Lebih memotivasi
Kondisi terdesak akan membuat seseorang lebih termotivasi untuk menyelesaikan pekerjaannya. Hal ini yang akhirnya membuat orak merespon dengan memberikan sebuah kekuatan dari dalam diri untuk terus semangat menyelesaikan dan menghadapi segala sesuatu yang sedang terjadi dalam kondisi terdesak.

  1. Menjadikan takut sebagai kekuatan
Rasa takut akan ketidakmampuan akan memunculkan pikiran negatif. Saat Anda dalam kondisi kepepet, ketakutan yang Anda alami justru akan berubah menjadi kekuatan dalam diri. Saat Anda takut mendapatkan sanksi jika tidak menyelesaikan tugas yang diberikan, hal ini akan membuat Anda bekerja lebih keras dan terus berpikir dalam waktu yang singkat (kondisi kepepet) untuk menyelesaikan tugas tersebut agar terhindar dari sanksi.

Jadi, memanfaatkan “The Power of Kepepet” tidak selamanya buruk. Selama Anda masih bertanggung jawab dengan hal-hal yang menjadi tugas dan kewajiban masing-masing.

Tips Menyelesaikan Tugas Mendekati Deadline
Selain memanfaatkan kekuatan “The Power of Kepepet” Anda juga perlu melakukan strategi khusus untuk menyelesaikan tugas Anda sesuai deadline. Meskipun Anda mengerjakan tugas H-1 menjelang deadline, tugas Anda akan tetap selesai jika menerapkan beberapa hal seperti berikut:

1)    Buatlah daftar pekerjaan yang akan diselesaikan
Jika Anda memiliki banyak tugas, maka buatlah daftar pekerjaan yang paling mendekati deadline. Siapkan pula hal-hal yang akan Anda butuhkan untuk menyelesaikan tugas tersebut. Berilah jadwal waktu untuk menyelesaikannya. Meskipun Anda harus bekerja menyelesaikan tugas dalam waktu yang singkat, jangan lupa tetaplah beristirahat. Jangan sampai Anda sakit karena mengerjakan tugas tersebut.

2)    Percaya bahwa deadline bukan hal yang mengerikan
Ubahlah mindset Anda, saat Anda berpikir bahwa deadline adalah sesuuatu yang mengerikan dan menakutkan, percayalah bahwa deadline tidak semenakutkan yang Anda bayangkan. Bertemanlah dengan deadline dan tidak perlu terlalu serius menyikapinya sehingga membuat Anda tertekan. Saat mendekati deadline, kondisikan pikiran tetap tenang sehingga bisa berpikir jernih.

3)    Lakukan sekarang juga
Daripada khawatir dan banyak berpikir yang akan memunculkan pikiran negatif. Lebih baik kerjakan tugas Anda sekarang. Kerjakan segera tugas berdasarkan rencana yang telah Anda rancang. Lakukan dengan penuh keyakinan bahwa Anda bisa menyelesaikannya. Pikiran positif akan memberikan pengaruh positif bagi Anda, sehingga menarik energi positif dari lingkungan.

4)    Jangan lupa minta bantuan
Jika Anda memang mengalami kesulitan dalam menyelesaikannya. Jangan ragu dan malu untuk menghubungi rekan Anda dan meminta bantuan. Katakan kesulitan Anda dan mintalah bantuan pada mereka. Namun, ingat saat Anda meminta bantuan, jangan ada kesan memaksa atau mengancam. Jika memang salah satu temanmu tidak bisa membantu,cobalah menghubungi teman yang lain yang bersedia membantu.

5)    Jangan panik
Kebanyakan orang memang akan merasa panik ketika menyelesaikan tugas mendekati deadline dan mengalami kesulitan. Jika hal ini Anda alami, tetaplah tenang dengan tugas yang Anda kerjakan. Kepanikan hanya akan membuat pikiran tidak tenang, akhirnya memunculkan pikiran negatif bahwa Anda tidak mampu menyelesaikannya. Cobalah yakinkan diri bahwa Anda bisa menyelesaikan tugas ini dan tenangkan pikiran. Sebelum mengerjakan tugas, tidak ada salah berdoa atau bermeditasi sejenak agar pkiran lebih tenang dan terfokus.

6)    Hindari perfeksionis
Semua orang tentu ingin hasil pekerjaannya sempurna. Namun, hal tersebut nampaknya jangan diterapkan ketika Anda mengerjakan dengan waktu yang singkat. Jika Anda mengejar kesempurnaan (perfeksionis),sementara waktu Anda mepet, maka tugas Anda justru tidak akan cepat selesai. Jika ingin sempurna, maka jangan lakukan mendekati deadline.

Demikianlah hal-hal yang terjadi dalam kondisi “The Power of Kepepet” yang seringkali kita alami.

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "The Power of Kepepet"

  1. Wah lha ini ,terkadang utk menjadikan the power of kepepet itu sdh mnjd sebuah habit ., nah tugas kita masing2 adalah mengubah mindset bahwa "the power of kepepet" bisa digunakan jika tidak kepepet tp dibuat seolah-olah konsepnya kepepet .Semoga bisa membangun

    BalasHapus