Memahami Konsep Macro Cosmos dan Micro Cosmos





Pernahkah Anda mendengar istilah macro cosmos dan micro cosmos? Kedua istilah tersebut berkaitan dengan alam semesta dan makhluk hidup dengan interaksi timbal balik. Kita tentu tahu, bahwa bumi ini terdiri dari alam semesta dan makhluk hidup di dalamnya. Kedua elemen utama tersebut saling beriteraksi satu sama lain. Seperti apakah konsep macro cosmos dan micro cosmos yang sebenarnya? Simak ulasan di bawah ini!

Apa itu macro cosmos dan micro cosmos?
Macro cosmos atau makrokosmos merupakan jagad raya atau alam semesta yang besar ini. Sedangkan micro cosmos atau mikrokosmos merupakan kelompok yang lebih kecil. Bagi seorang fisikawan, memandang dunia ini sebagai tatanan teratur, sehingga menyebut alam dengan sebutan "kosmos". Kemudian muncullah penggolongan alam semesta dalam istilah makrokosmos (jagad gede) dan mikrokosmos (jagad cilik). Makrokosmos dan mikrokosmos memiliki hubungan yang sangat erat, saling membutuhkan dan saling mempengaruhi.

Makrokosmos dan mikrokosmos menyebabkan terjadinya interaksi yang saling berkaitan. Jadag gede diibaratkan sebagai alam semesta, sementara jagad cilik merupakan manusia. Alam semesta dan manusia merupakan dua hal yang akan saling mempengaruhi satu sama lain. Dalam pandangan lain, mengungkapkan bahwa perilaku yang dilakukan manusia akan berdampak pada alam semesta. Begitu pula dengan sesuatu yang terjadi di alam semesta, akan berpengaruh bagi kehidupan manusia. Artinya, keduanya saling mempengaruhi dan dipengaruhi.
Dalam rangka menjaga hubungan timbal balik ini, masyarakat beranggapan bahwa menjaga ketertiban jagad gede (makrokosmos atau alam semesta) sangat diperlukan, Penjagaan ini dilakukan melalui penjagaan terhadap mikrokosmos (jagad cilik) berupa akhlak dan spiritual manusia. Dengan berakhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari, alam semesta akan memberikan respon positif pada manusia. Alam semesta akan tenang, damai, dan menjadi wadah yang nyaman untuk manusia. Karena adanya rasa dan kesadaran saling keterlibatan atau pengaruh-mempengaruhi ini, membuat masyarakat takut jika melanggar aturan yang berdasarkan  agama, kemanusiaan, maupun kesusilaan. Mereka khawatir jika alam aman menjadi murka karena sifat buruk manusia.

Manusia sebenarnya merupakan Makrokosmos
Jika dilihat dari artikatanya, maka kata "makro" merujuk pada sesuatu yang besar. Sedangkan "mikro" adalah sesuatu yang kecil. Melalui sebuah perbandingan, maka alam semesta (makrokosmos) lebih besar daripada manusia  (mikrokosmos). Namun, tahukah Anda jika dipandang dari sisi lain, manusia-lah yang merupakan makrokosmos.
Mengapa demikian? Manusia merupakan makrokosmos karena yang yang terdapat dalam diri manusia sebenarnya lebih luas dari alam semesta. Manusia diberikan kelebihan untuk berpikir, bermimpi, dan berangan-angan seluas-luasnya. Pikiran manusia dapat melampaui alam semesta dan menemukan segala sesuatu dari alam semesta untuk dipelajari. Hal inilah yang akhirnya membuat alam semesta masuk dalam diri manusia. Artinya manusia memiliki sesuatu berupa ide dan angan-angan yang tidak disediakan alam semesta.

Kembali ke alam untuk kesehatan mental
Pernahkah Anda merasa lelah dan suntuk karena aktivitas sehari-hari? Jika hal tersebut terjadi dengan Anda, cobalah menghabiskan waktu bermain bersama alam. Sebuah fakta dari Bio Science Journal mengungkapkan bawa menyatu dengan alam sektar 7 jam bisa membantu melepaskan tekanan dan stress. Bahkan cara ini dapat meningkatkan harga diri manusia. Menyatu dengan alam membantu kita lebih fokus untuk mencurahkan perhatian pada hidup dan mencintai diri sendiri. Melihat dan menikmati keindahan alam dapat membuat suasana hati lebih baik dan dalam jangka panjang mengurangi risiko tekanan darah tinggi dan kanker.


3 Manfaat alam bagi kesehatan fisik dan mental
Kita tahu bahwa mikrokosmos dan makrokosmos merupakan dua hal yang saling memberikan pengaruh satu sama lain. Keduanya membentuk interaksi yang saling mempengaruhi. Alam semesta dan manusia saling melakukan interaksi timbal balik, sehingga keduanya saling mempengaruhi. Bahkan alam semesta pun memberikan manfaat bagi kesehatan fisik dan mental manusia.

  1. Mengurangi tingkat stress
Saat seseorang dalam kondisi stress, maka tubuh akan memproduksi hormon kortisol (hormon stress) yang tinggi. Sebuah penelitian di Jepang mengungkapkan, orang yang melakukan liburan ke hutan memiliki kadar kortisol lebih rendah dalam tubuhnya, daripada yang berada di kota. Hal ini membuktikan bahwa alam dapat menurunkan tingkat stress pada manusia.
Anda juga dapat melakukan hal tersebut ketika sedang stress. Cobalah lakukan refreshing ke alam setelah beberapa hari Anda disibukkan oleh pekerjaan kantor. Alam akan membantu mengurangi tingkat stress dan membuat pikiran lebih fresh kembali. Sehingga akan membantu Anda lebih produktif lagi ketika memasuki dunia kerja.

  1. Meningkatkan sistem imun
Tak hanya baik bagi kesehatan mental, alam juga baik untuk kesehatan fisik yaitu meningkatkan sistem imun atau kekebalan tubuh. Tahukah Anda, setiap tanaman memproduksi Phytoncides atau minyak esensial kayu yang berfungsi melindungi kayu dari serangan serangga dan pembusukan. Manusia yang menghirup Phytoncides secara tidak langsung saat berada dekat di alam, akan memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat.

Saat manusia menghirup Phytoncides, sel darah putih di dalam tubuh akan meningkat. Sel darah putih inilah yang berperan membunuh sel-sel yang terinfeksi penyakit dan tumor. Tak hanya itu saja, berjalan di alam juga secara tidak langsung Anda telah melakukan olahraga ringan yang membantu menyehatkan tubuh dan membentuk otot.

  1. Meningkatkan kreativitas dan ketajaman otak
Berada di alam dan menikmati alam dalam waktu yang cukup lama, akan membantu meningkatkan kreativitas, memunculkan solusi untuk menyelesaikan masalah, dan meningkatkan konsentrasi hingga 50%. Alam membantu otak untuk menstimulus imajinasi yang dilakukan pikiran, sehingga akan membuat otak lebih tajam dan memunculkan ide kreatif.

Bagaimana cara mendapatkan manfaat alam?
Tidak perlu pergi ke hutan untuk bisa mendapatkan manfaat dari alam. Anda bisa menikmati alam hanya dengan berada di luar ruangan, seperti di depan rumah atau pekarangan. Berinteraksi diri dengan alam merupakan kebutuhan manusia. Oleh sebab itu, penuhi kebutuhan Anda melalui interaksi dengan alam. Hiduplah bersahabat dengan alam dan perlakukan alam dengan baik.

Tubuh mendapatkan manfaat dari alam dengan berpindah mode, dari mode "melawan" berubah menjadi mode "mencerna dan berintirahat". Ketika Anda berusaha melawan tekanan yang sedang Anda alami, hal ini justru akan membuat Anda semakin tertekan. Namun, alam akan membantu Anda mengubah mode "melawan" menjadi "mencerna" rasa tekanan tersebut, tidak berusaha melawan, namun menerima dan melihat sisi positifnya. Kemudian selanjutnya akan membuat pikiran dan tubuh rileks atau dalam mode "beristirahat". Saat itulah Anda mendapatkan manfaat dari alam sebagai penyembuhan stress dan tekanan yang sedang Anda rasakan.

Alam semesta sebagai makrokosmos dan manusia sebagai mikrokosmos akan saling berinteraksi dan memberikan pengaruh satu sama lain. Jika manusia melakukan hal positif kepada alam, maka alam juga akan memberikan pengaruh yang positif pula kepada manusia.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Memahami Konsep Macro Cosmos dan Micro Cosmos"

Posting Komentar